Jakarta – Komitmen Hanacaraka Training Center Indonesia dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan kembali dibuktikan lewat suksesnya penyelenggaraan Pelatihan Perina Pendamping NICU Angkatan ke-2, yang berlangsung di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, mulai 10 April hingga 2 Mei 2025.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan perawat yang berpraktik di bidang perinatologi, dengan fokus pada peningkatan kompetensi dalam mendampingi bayi yang menjalani perawatan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan materi komprehensif, mulai dari pengenalan lingkungan NICU dan peran perina pendamping, teknik perawatan bayi kritis, komunikasi efektif dengan tim medis serta keluarga pasien, hingga dukungan emosional bagi orang tua bayi. Metode pelatihan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan praktik langsung di ruang NICU dengan supervisi para fasilitator ahli di bidang perinatologi.
“Pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan empati dan keterampilan komunikasi yang esensial dalam praktik keperawatan NICU,” ujar salah satu fasilitator.
Para peserta mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan ini karena memberikan ruang untuk praktik langsung dan diskusi kasus nyata. Di akhir pelatihan, peserta menerima sertifikat sebagai pengakuan atas kompetensi yang telah dicapai.
Sebagai lembaga pelatihan profesional, Hanacaraka Training Center Indonesia terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan melalui berbagai program edukasi. Informasi lengkap mengenai program pelatihan dapat diakses melalui situs resmi mereka di https://hanacaraka.co.id atau melalui akun Instagram mereka di @diklathanacarakahtci.
Bagi tenaga kesehatan yang ingin mendaftar pada program pelatihan berikutnya, Hanacaraka juga menyediakan halaman pendaftaran daring yang dapat diakses di https://sites.google.com/hanacaraka.co.id/pendaftaran.
Dengan pelatihan ini, diharapkan kualitas perawatan bayi di ruang NICU dapat semakin meningkat, sekaligus menurunkan angka morbiditas dan mortalitas neonatal melalui pendampingan yang profesional dan penuh empati.







