YOGYAKARTA – Dalam upaya terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien, Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Dr. S. Hardjolukito bersinergi dengan Diklat Hanacaraka Training Center Indonesia menyelenggarakan pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support (BTCLS).
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, dari tanggal 19 hingga 24 Mei 2026 ini, ditujukan khusus untuk membekali dan meningkatkan kompetensi para tenaga perawat agar mampu memberikan penanganan kegawatdaruratan secara cepat, tepat, dan efektif.
Guna mengoptimalkan proses penyerapan materi, pelatihan dikemas menggunakan metode blended learning. Sesi teori dilaksanakan secara daring (online) pada 19–21 Mei 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik tatap muka atau luring (offline) di lingkungan RSPAU Dr. S. Hardjolukito pada 22–24 Mei 2026.
Pelatihan ini diikuti secara antusias oleh jajaran perawat RSPAU Dr. S. Hardjolukito, terutama mereka yang bertugas di area kritis dan memiliki peran langsung di garda terdepan penanganan pasien emergency.
Selama pelatihan, Diklat Hanacaraka Training Center Indonesia selaku mitra penyelenggara memfasilitasi seluruh kebutuhan edukasi secara komprehensif. Mulai dari menghadirkan tim fasilitator dan instruktur yang berpengalaman di bidang emergency nursing, hingga menyediakan alat simulasi medis yang lengkap. Hal ini memungkinkan para perawat melakukan simulasi penanganan kasus nyata (real case simulation) sesuai standar nasional dan internasional.
Adapun ragam materi krusial yang diberikan meliputi:
- Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support)
- Initial Assessment (ABCDE) untuk evaluasi cepat kondisi pasien
- Penanganan Trauma dan Kegawatdaruratan
- Basic Cardiac Life Support (Penanganan kegawatdaruratan jantung)
- Penggunaan AED (Automated External Defibrillator)
- Simulasi Kasus Nyata dan Praktik Langsung
Suasana selama pelatihan berlangsung dinamis, komunikatif, dan profesional. Para perawat tidak hanya menerima teori, tetapi juga aktif berdiskusi interaktif dengan para fasilitator mengenai strategi asuhan keperawatan kritis serta berbagi pengalaman riil di lapangan.
Respons positif pun mengalir dari para peserta. Salah satu perawat yang mengikuti kegiatan ini mengungkapkan bahwa pelatihan BTCLS ini memberikan dampak yang sangat besar bagi kesiapan mental dan keterampilan klinisnya.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan kami sebagai perawat dalam menangani kasus kegawatdaruratan, sehingga kami bisa memberikan layanan yang lebih aman (patient safety) bagi masyarakat,” ujarnya salah satu perawat di sela-sela praktik luring.
Peserta lain turut menambahkan bahwa skenario simulasi yang diberikan oleh instruktur sangat mendekati realitas di ruang perawatan maupun instalasi gawat darurat.
“Materi dan praktik yang diberikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan, sehingga dapat langsung kami terapkan dalam tugas keperawatan sehari-hari saat menghadapi situasi kritis,” imbuhnya.
Dengan suksesnya penyelenggaraan pelatihan BTCLS ini, manajemen RSPAU Dr. S. Hardjolukito berharap seluruh perawat alumni pelatihan dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang didapat secara optimal. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak performa, kesiapan, serta kompetensi tenaga keperawatan dalam menyelamatkan nyawa (saving lives) pada kondisi-kondisi darurat.
Untuk informasi lebih lanjut terkait program pelatihan lainnya, masyarakat dapat mengakses situs resmi Hanacaraka Training Center di: www.hanacaraka.co.id | https://www.instagram.com/diklathanacarakatrainingcenter/







